Ads Top

Fenomena Ojek Online

Dewasa ini di Era Teknologi dan Informasi, banyak sekali kita jumpai sebuah aplikasi layanan masyarakat yang sudah terintegrasi dengan sentuhan teknologi. Globalisasi adalah sebuah wujud nyata dari dampak dan implikasi dari semakin maju sebuah Teknologi dan Informasi tersebut. Di Era 2000-an, Kita bisa melihat banyaknya situs web, aplikasi, atau layanan media sosial yang mulai bergentayangan di kehidupan Kita sehari-hari. Bayangkan, ketika Kita ‘hidup’ dan kemudian ‘mati’ untuk sejenak di waktu malam hari, sudah berapa banyak dari aktifitas Kita sehari-hari dipengaruhi oleh Teknologi Informasi tersebut. Namun jangan kaget jika ternyata menurut sebuah jurnal di sebuah web menyatakan hampir semua manusia pada usia 20-45 tahun aktifitas sehari-hari dipengaruhi oleh Gadget, Perangkat Lunak, Perangkat Keras, dan berbagai macam alat-alat modern lainnya.
            Terlepas dari itu semua, banyak aspek kehidupan Kita semua yang telah terpengaruh oleh sentuhan teknologi tersebut. Aspek tersebut mencakup Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendidikan, Geografi, dan Astronomi. Menarik untuk disimak bahwa di Era serba Modern seperti sekarang ini, kebutuhan masyarakat akan sebuah layanan masyarakat yang praktis sangat menjadi Primadona, mengingat di Era sekarang masyarakat sudah sangat ‘malas’ untuk bergerak hanya untuk mencari apa yang mereka inginkan dan mereka butuhkan. Masyarakat Modern cenderung lebih menginginkan sesuatu hal yang secara instan untuk didapat dan tidak perlu repot untuk melakukan banyak hal yang mereka inginkan. Para pelaku bisnis melihat hal ini sebagai peluang bagi mereka demi mendulang banyak keuntungan. Para pelaku bisnis sadar  bahwa di Era Globalisasi yang termasuk merupakan percepatan Ekonomi tentu tidak akan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan ini. Mereka akan selalu melakukan inovasi, berpikir kritis dan kreatif agar bisnis mereka tetap eksis.
            Fenomena yang Kita lihat sekarang ini adalah sedang maraknya aplikasi E-Public Transportation. Dimana, sebuah aplikasi yang terinstall di Gadget, dengan tujuan memanggil sebuah Transportasi Publik. Waw.. Bayangkan, jika Kita melihat ke 10-15 tahun yang lalu, saat Kita berdiri di siang hari sambil menunggu transportasi yang lewat, atau bahkan harus berjalan ber-mil mil dari tempat nyaman kita hanya untuk sampai ke tempat tujuan. Sungguh melelahkan sekali, Ya?
            Fenomena ojek online sudah ada di kota-kota besar di Indonesia. Sebagai kota yang menuju metropolitan. Ojek merupakan sarana transportasi yang menyambung bagian-bagian yang tidak terlayani oleh angkutan umum atau masuk paratransit. Keberadaannya mampu menembus jalur-jalur yang sulit dimasuki angkutan umum seperti gang atau menembus ruang kemacetan. Fenomena ojek online kini makin digemari. Kita akan mudah menemui warna hijau di jalan. Ojek online tidak dapat dipesan langsung seperti ojek pangkalan, melainkan harus menggunakan aplikasi yang terdapat di dalam handphone untuk menggunakan jasanya.
Sebelum kehadiran Gojek dan Grab Bike, telah hadir ojek lain yang menggunakan pesanan melalui telpon. Ojek tersebut dapat dipesan melalui telp dan harga sudah sesuai dengan jarak tempuh yang dituju. Jika pesan ojek di pangkalan kita akan bermain tawar menawar harga, reaksi muka cemberut, kesel akan terlihat diantara tukang ojek dan penumpang yang tidak sepakat dengan harga. Dengan kehadiran ojek online tawar menawar harga tidak ada, melainkan memberi pelayanan dengan baik.
Kata ojek sudah tidak asing lagi bagi masyrakat Indonesia yang menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda. Ojek hadir di tengah masyarakat untuk yang membutuhkan waktu cepat, apalagi saat melewati kemacetan atau masuk gang di Kota Jakarta. Ojek sendiri dalam transportasi umum tidak diakui pemerintah, karena kendaraan roda dua ini tidak difungsikan sebagai moda transportasi umum.
Beberapa kota besar sedang ramai-ramainya menikmati fasilitas angkutan alternatif anti macet ojek online yang terkenal dengan nama GOJEK dan Grab Bike. Sarana transportasi yang dulunya hanya sering Kita temukan di pangkalan mulut-mulut gang, kini dapat dengan mudah Kita akses hanya melalui ponsel pintar.
Ojek memang bukan hal baru di negeri ini,bahkan orang bule pun banyak yang menikmati menaiki ojek ini sebagai sarana transportasi cepat mereka. Gagasan para pendirinya juga cukup cerdas dan inovatif dalam mewujudkan kemudahan pemesanan ojek.Tidak hanya itu, Gojek juga menyediakan fasilitas pemesanan makanan, atau pengiriman barang kapan saja. Cukup keren bagi Saya.
Gojek dan Grab Bike menurut pandangan Saya cukup membantu membuka lapangan kerja di iindonesia, karena siapa saja bisa menjadi anggota,tentu jika dapat melewati serangkaian test kualifikasi. Anggota ojek dapat mengatur pendapatannya sendiri, jika dia rajin mengambil order, maka penghasilannya akan besar,begitu juga sebaliknya.
Tentu hal ini dapat membantu pemerintah dalam hal mengurangi kemiskinan atau peluang lapangan kerja di kalangan masyarakat bawah. Namun akan lebih baik lagi jika pemerintah turut mengatur moda transportasi alternatif ini, tetapi tidak membatasi hak hak masyarakat untuk mencari nafkah melalui jalur ini. Sering Saya mendengar kasus kasus yang menimpa para rider ojek ini, Mulai dari kasus pengeroyokan rider gojek, ada yang kendaraannya di "kerjai" oleh oknum ojek konvensional, pelecehan seksual oleh rider gojek dan lain sebagainya. Hal ini pun harus ditangani dengan serius baik oleh perusahaan,kepolisian maupun pemerintah.
Cara daftar GOJEK dan Grab Bike terkesan mudah, tetapi hal yang harus menjadi perhatian adalah,perekrutan anggota Rider ojek online seharusnya benar benar harus lulus serangkaian persyaratan dan test seperti psikologi. Kondisi psikologis rider sangat penting karena pekerjaan mereka menyangkut keselamatan jiwa orang lain. Banyaknya kasus kecelakaan kendaraan roda dua dikarenakan jiwa pengendaranya yang tidak disiplin,tidak sabaran,meremehkan rambu dan sebagainya. Belum lagi kasus pelecehan seksual yang santer di media sosial baru baru ini. Begitu juga rangkaian test kesehatan dan sebagainya. Ini wajib menjadi perhatian pihak yang terkait.
Hal lain yang menjadi pengalaman Saya sendiri adalah, Kemacetan di "markas" gojek atau grab bike. Didaerah bendungan hilir Saya melihat "markas" grab bike dimana setiap harinya puluhan motor luber dipinggir jalan bahkan hingga menumpang parkir di minimarket. terlihat menjadi berantakan dan macet. Mengingat jalur bendungan hilir sudah sangat macet karena menjadi jalur alternatif dan jalur tembus ke jalan jalan protokol. Hal ini mungkin hal kecil,namun jika dibiarkan,bukan tidak mungkin akan ada percikan atau gesekan yang disebabkan provokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Warga sekitar bisa diadu domba untuk melakukan hal hal yang tidak baik akibat ulah ulah yang disebabkan rider itu. Termasuk karena tingkat stress warga sekitar akibat kemacetan disana.

 Saya pribadi mendukung dan mengapresiasi fenomena ojek online ini, dan semoga sistem transportasi ini dapat membenahi diri agar dapat melayani masyarkat dengan lebih baik lagi.

sumber: diambil dari beberapa referensi/rujukan.
Fenomena Ojek Online Fenomena Ojek Online Reviewed by Kanasfi on 09.30 Rating: 5

1 komentar

  1. HANYA di Judi Poker Online P'O'K'E'R V`1`T`A KEMENANGAN ANDA 100% AKAN DIBAYARKAN ATAUPUN KEMBALIKAN DANA YANG ANDA MENANGKAN, BERAPAPUN NILAI NOMINAL TERSEBUT
    BAHKAN HINGGA RATUSAN JUTA !!!

    P'O'K'E'R V`1`T`A Menyediakan BONUS-BONUS Untuk ANDA Diantaranya :
    -BONUS REFERRAL 15% (SEUMUR HIDUP/SETIAP SENIN )
    -BONUS CASHBACK TUROVER ( SETIAP HARI )
    -NO ROBOT,NO ADMIN
    -Proses Deposit dan Withdraw Dengan Cepat
    -Dilayani CS Yang Ramah Dan Profesional
    -Menyediakan 5 bank lokal : BCA,BNI,BRI,MANDIRI, DAN DANAMON

    WA: 0812.2222.996
    BBM : PKRVITA1 (HURUF BESAR)
    Wechat: pokervitaofficial
    Line: vitapoker

    Festival Poker 2019

    BalasHapus